"Sebenarnya banyak, misalnya bicara untuk orang yang peduli pada lingkungan. Selain itu orang tua yang mau anaknya lebih aman saat berkendara. Karena kan kecepatannya ini bisa dikontrol, misalnya 60 km per jam," ujar Direktur PT Triangle Motorindo, Sutjipto Admotjo di Jakarta.
Motor menggunakan sistem yang dikembangkan oleh Bosch yakni smart apps. Dengan smart apps itu motor bisa diatur, sampai soal kecepatan maksimalnya. "Di smart app itu bisa dikontrol, misalnya motor dengan kecepatannya cuma 40 kpj," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi seperti di negara Vietnam. Pemerintahnya punya regulasi, untuk anak-anak SMA ke bawah itu tidak boleh menggunakan motor bensin. Karena tingkat kecelakannya besar sekali. Jadi di sana, anak SMA ke bawah harus pakai motor listrik," ujar dirinya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB