Honda pun tengah melakukan riset dan pengembangan motor listrik komuter yang sangat nyaman. Salah satu fitur utama di motor adalah motor memiliki baterai listrik yang bisa dicopot sehingga gampang untuk diganti atau dicas ulang baterainya.
"Kami tengah mempertimbangkan untuk mengetes mobile battery ini berkolaborasi dengan Perusaan Pos Jepang," ujar Presiden dan CEO Honda Motor Co Takahiro Hachigo dalam press meeting (Honda Meeting 2017) di Tokyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkembangan teknologi dan kebutuhan mobilitas masyarakat memberikan tantangan tersendiri bagi semua pihak untuk terus melakukan inovasi dalam menyuguhkan transportasi yang paling sesuai untuk masyarakat. Untuk itu, program Uji Coba Perilaku Berkendara dengan Sepeda Motor Listrik digulirkan melalui kerjasama antara pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, akademisi (Universitas Indonesia), dan pihak industri (AHM).
Uji Coba Perilaku Berkendara dengan Sepeda Motor Listrik dilakukan pada periode September-Oktober dengan melibatkan para pengguna sepeda motor di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Metode uji coba dilakukan melalui pengamatan dan pengalaman perilaku berkendara dengan sepeda motor listrik Honda EV Neo yang disediakan sepanjang program berlangsung.
Direktur Pemasaran AHM saat itu Margono Tanuwijaya mengatakan sebagai industri sepeda motor di Indonesia, AHM senantiasa terus menyempurnakan teknologi yang ramah lingkungan agar dapat menyuguhkan kesenangan dan kenyamanan berkendara yang lebih baik. Dukungan terhadap program Uji Coba Perilaku Berkendara Sepeda Motor Listrik diharapkan dapat memberikan sumbangsih besar terhadap pengembangan alternatif transportasi yang paling sesuai untuk masyarakat kedepannya.
"Kami berharap, motor listrik Honda ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam program ini agar kita bisa memahami perilaku berkendara dengan sepeda motor listrik. Kedepan kita berharap dapat bersama-sama menyuguhkan solusi mobilitas yang terbaik untuk masyarakat di masa mendatang," ujarnya pada September 2016.
Untuk mendukung keberhasilan program ini, Honda EV Neo juga dilengkapi alat pemantau posisi kendaraaan berupa GPS Tracker untuk mempelajari perilaku berkendara pemakainya. Alat pemantau posisi disediakan oleh PT Telekomunikasi Selular. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri