Ketua umum Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata mengatakan, AISI sudah dari cukup lama mengusulkan ke pemerintah agar segera merealisasikan hal tersebut. Secara teknis dan secara produksi menurutnya tidak ada masalah.
"Tapi kalau bahan bakarnya diisi dengan yang tidak comply ke euro4 misalkan, jadi kalau dia diisi dengan bensin yang tidak cocok dengan Euro4 buat apa?" ujarnya kepada wartawan, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Gunadi juga mengatakan dari segi teknologi pun sudah siap untuk menuju ke Euro4. Namun menurutnya kembali lagi ke bahan bakarnya.
"Ya memang dulu pakai sistem karburator udah lupa, pakai injection, injection pun sekarang dengan Euro4 harus disesuaikan, supaya pengapiannya juga terjadi dengan tepat dan baik gitu. Ini yang terjadi," ucapnya.
Jadi secara teknis, Gunadi menuturkan bahwa semua sudah siap dan bergerak ke arah Euro4, dan AISI pun sudah mengusulkan kepada pemerintah mengenai hal ini.
"Dengan persyaratan bahwa Pertamina dapat menyediakan itu. Ini problem, jadi terpaksa makanya kalau kita katakan mesin kecil kita tetap melakukan impor untuk melakukan uji pengetesan inspeksi produk kita," pugkasnya. (khi/rgr)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Emang Kepala SPPG Perlu Motor Trail Listrik Seharga Rp 50 Juta?