Dua teknisi Honda Fadzar Supriadi dan Endro Setiaji menyampaikan, tantangan terbesar untuk bisa menjuarai dan menjadi teknisi terbaik di Honda Asia & Oceania 2016 itu terletak pada mental.
"Tantangannya ini ada pada unitnya, karena kita belum familiar. Mesinnya kalau di Indonesia itu seperti Honda Revo tipe lama, tapi kalau di sini (Vietnam) itu disebut Honda Wave 110i yang sudah injeksi," kata Endro Setiaji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling ada tambahannya evaporasi atau sistem evap yang berfungsi untuk menyedot uap bahan bakar di dalam tangki balik ke intake, dan sensor IAT untuk mendeteksi temperatur. Kenapa kita tidak memiliki teknologi ini, karena di kita aturan kita sudah lebih baik jadi kita tidak membutuhkannya," katanya.
"Pada prinsipnya sistem kerjanya akan sama, tapi memang kita belum tahu seperti apa letak (posisi part-nya) mesinnya. Tapi kan kita ada observasi terlebih dahulu sebelum lomba, untuk bisa mengetahui lokasi komponennya," tambahnya. (lth/rgr)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik