"Gini prinsipnya, kalau semakin banyak barang diproduksi, harusnya semakin efisien jika dibandingkan dengan jumlah produksi yang lebih sedikit," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta.
Prinsip tersebut menurut Helmi dapat digunakan jika melihat perbandingan jumlah produksi YIMM dan AHM, ketimbang dengan merek lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Helmi menambahkan penjelasannya dengan membandingkan jumlah produksi secara nasional.
"Katanya produksi nasional 7 juta unit. Nah siapa yang memproduksi 7 juta ini. Kemarin kita periksa Suzuki sedikit, sekarang TVS lebih sedikit lagi, lalu siapa yang 7 juta ini. Bandingkan deh misalkan dengan 500 ribu, sisanya 6 juta 500 ribu ini semuanya naik, ya orang enggak bakal engeh lah," tutur Helmi.
Lanjut Helmi mengatakan, pihaknya akan memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada publik.
"Bahwa tidak selamanya yang market share harganya tinggi itu bisa dibilang wajar. Nah di sini tugas KPPU untuk mengkoreksi itu," tambah Helmi. (rgr/ddn)










































