KPPU: Harusnya Skutik TVS yang Lebih Mahal karena Sedikit Produksinya

KPPU: Harusnya Skutik TVS yang Lebih Mahal karena Sedikit Produksinya

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Jumat, 07 Okt 2016 10:22 WIB
KPPU: Harusnya Skutik TVS yang Lebih Mahal karena Sedikit Produksinya
Foto: M Luthfi Andika
Jakarta - Salah satu anggota Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Helmi Nurjamil mengatakan, dalam kasus dugaan kartel Antara PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM), dapat dilihat dari prinsip dasar ekonomi.

"Gini prinsipnya, kalau semakin banyak barang diproduksi, harusnya semakin efisien jika dibandingkan dengan jumlah produksi yang lebih sedikit," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta.

Prinsip tersebut menurut Helmi dapat digunakan jika melihat perbandingan jumlah produksi YIMM dan AHM, ketimbang dengan merek lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah harusnya ini terbalik, harusnya TVS yang harganya lebih mahal. Karena lebih sedikit produksinya. Tadi kan di persidangan cuma berapa unit TVS, coba dibandingkan," tutur Helmi.

Selain itu, Helmi menambahkan penjelasannya dengan membandingkan jumlah produksi secara nasional.

"Katanya produksi nasional 7 juta unit. Nah siapa yang memproduksi 7 juta ini. Kemarin kita periksa Suzuki sedikit, sekarang TVS lebih sedikit lagi, lalu siapa yang 7 juta ini. Bandingkan deh misalkan dengan 500 ribu, sisanya 6 juta 500 ribu ini semuanya naik, ya orang enggak bakal engeh lah," tutur Helmi.

Lanjut Helmi mengatakan, pihaknya akan memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada publik.

"Bahwa tidak selamanya yang market share harganya tinggi itu bisa dibilang wajar. Nah di sini tugas KPPU untuk mengkoreksi itu," tambah Helmi. (rgr/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads