Dilansir Motorcycle dari dokumen yang dirilis oleh Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA), Senin (1/8/2016), seal pada shock breaker belakang kemungkinan tidak bisa bekerja maksimal. Sebab, selama proses manufaktur, kemungkinan penggunaan grease tidak tepat.
Itu bisa menyebabkan kebocoran oli shock breaker selama digunakan. Sehingga akan berisiko mengurangi kinerja suspensi, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Mei, pemasok shock breaker itu melaporkan, oli shock breaker mungkin telah terakumulasi di luar seal. Investigasi kedua dari pemasok itu yang dilakukan pada Juni menemukan oli shock breaker yang digunakan dalam proses manufaktur mempengaruhi seal.
Dan kini, Kawasaki memulai prosedur penarikan motor ini. (rgr/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Usulan Biar Pemprov DKI Tetap Dapat Pemasukan meski Pajak EV Rp 0