'Tak Ada Untungnya Lakukan Kartel untuk Honda'

'Tak Ada Untungnya Lakukan Kartel untuk Honda'

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Jumat, 22 Jul 2016 13:10 WIB
Tak Ada Untungnya Lakukan Kartel untuk Honda
Foto: detikOto
Bekasi - PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dituding terlibat kartel Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Honda menekan tuduhan tersebut tidak benar.

Sebab, Honda saat ini masih memimpin pasar otomotif roda dua nasional. Deputy Head Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbudin mengatakan, pihaknya tidak diuntungkan jika melakukan kartel.

"Buat Honda apa untungnya mengatur harga. Posisi kita kan pemegang market share," ucap Muhib kepada wartawan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, tuduhan kartel oleh KPPU tersebut dinilai Muhib tidak masuk akal. "Ya, jadi enggak logis. Makanya kami membantah dari mana KPPU menyatakan kartel itu," ujar Muhib.

Alasan lainnya yang menyatakan tuduhan kartel tersebut tidak benar dan tidak masuk akal, menurut Muhib adalah saat ini Honda dengan Yamaha merupakan dua produsen motor yang bersaing ketat.

"Kita pakai logika aja deh, saya katakan di Indonesia ini persaingannya ketat antara dua merek yang dituduhkan kartel itu dari awal (Honda dan Yamaha). Dan hasil persaingan itu terlihat di setiap bulan hasil pennjualan. Setiap tahun juga terjadi pergerakan market share. Jadi logikanya kalau orang sudah bersepakat mengatur harga, tidak mungkin ada persaingan," tutur Muhib. (rgr/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads