Sebab, Honda saat ini masih memimpin pasar otomotif roda dua nasional. Deputy Head Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbudin mengatakan, pihaknya tidak diuntungkan jika melakukan kartel.
"Buat Honda apa untungnya mengatur harga. Posisi kita kan pemegang market share," ucap Muhib kepada wartawan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lainnya yang menyatakan tuduhan kartel tersebut tidak benar dan tidak masuk akal, menurut Muhib adalah saat ini Honda dengan Yamaha merupakan dua produsen motor yang bersaing ketat.
"Kita pakai logika aja deh, saya katakan di Indonesia ini persaingannya ketat antara dua merek yang dituduhkan kartel itu dari awal (Honda dan Yamaha). Dan hasil persaingan itu terlihat di setiap bulan hasil pennjualan. Setiap tahun juga terjadi pergerakan market share. Jadi logikanya kalau orang sudah bersepakat mengatur harga, tidak mungkin ada persaingan," tutur Muhib. (rgr/rgr)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi