Email Bos Yamaha, Jadi Bukti Buat KPPU Seret Yamaha dan Honda

M Luthfi Andika - detikOto
Rabu, 20 Jul 2016 12:37 WIB
Foto: M Luthfi Andika
Jakarta - Sidang tudingan kartel dua pabrikan motor PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) sudah dimulai. Apa buktinya?

KPPU mengaku mengantongi 2 bukti salah satunya adalah percakapan lewat surat elektronik bos Yamaha yang menjabat Direktur Marketing YIMM Yutaka Terada.

"Kami memiliki 2 alat bukti yang bisa membuat kami menduga adanya kecurangan yang dilakukan oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM)," kata investigator KPPU, Frans Adiatma.

Frans langsung membeberkan 2 alat bukti, yang membuat KPPU yakin bahwa Yamaha dan Honda bermain mata dalam mengatur harga jual skuter dengan kapasitas mesin 110-125 cc.

"Kami mendapatkan bukti bahwa surat elektronik (email) internal Yamaha yang dikirimkan oleh Mr Terada (Direktur Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing), dengan subyek email 'Retail Pricing Issue'," kata Frans.

"Email ini dikatakan dikirim kepada Dyonisius Beti (Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing), Sutarya (Direktur Sales PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, dan di-cc ke Mr Iidashi. Dengan mengatakan 'President Kojima san has requested us to follow Honda price Increase many times since Januari 2014 because of his promise with Mr Inuma President of AHM at Golf Course'," tambahnya.

Tidak sampai disitu, email Yoichiro Kojima (President Director Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pun dijadikan bukti. Dalam email tersebut dikatakan, dirinya memerintahkan kepada tim marketing Yamaha Indonesia untuk menyesuaikan harga jual Yamaha dengan kenaikan harga Honda.

Tidak berhenti sampai disitu, dirinya juga menjelaskan alat bukti kedua yang semakin menguatkan asumsi KPPU. Yakni dengan melihat pasar roda dua skuter matik dengan mesin 110-125 cc.

Dalam bukti ini dijelaskan penjualan sepeda motor PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pada 2013 sebanyak 2.491.704 unit dan di 2014 sebanyak 2.371.248 unit, yang artinya mengalami penurunan penjualan.

Meski demikian, dikatakan Yamaha masih mengalami peningkatan profit. Tertulis di dalamnya, operating profit PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pada 2013 sebesar Rp 1.579 miliar dan di 2014 sebesar Rp 1.679 miliar, meningkat Rp 100 miliar (6,3 persen)'.

Tercatat juga, keuntungan bersih sebelum pajak PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di 2013 sebesar Rp 1.717 miliar dan di 2014 sebesar Rp 1.844 miliar atau meningkat 127 miliar (47,4 persen).

Yamaha lewat Asisten GM Marketing M Masykur sudah menolak tegas semua tudingan praktik kartel ini.

"Kita sudah taat hukum. Kalau tidak tidak taat mana bisa kami akan bertahan selama 42 tahun. Tapi kita akan pelajari lagi LDP (Laporan Dugaan Pelanggaran)-nya secara detail terlebih dahulu," ujarnya.

(lth/ddn)