Beberapa alasan optimisme bisa penuhi target penjualan diantaranya dari hasil pertanian dan disahkannya tax amnesty. Optimisme ini disampaikan Presdir PT MPM Honda Motor, Suwito di Surabaya beberapa waktu lalu.
"Mudah mudahan dengan tax amnesti, uang bisa mengalir, orang yang naik motor bisa beli motor high end serta Jatim sudah mulai panen (tebu dan tembakau) tapi ada yang mengancam yakni hujan ancam panen tembakau," kata Suwito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pendapatan sparepart ditarget mengalami kenaikan 20 persen dari tahun lalu sekitar Rp 600 juta. "Untuk spare part pertumbuhannya cukup bagus, kita target sekitar Rp 700 juta lebih," imbuh Suwito.
Untuk produk anyar Honda, motor bebek yang berkonsep grand touring, Supra GTR 150 saat ini baru terjual sekitar 300 unit sejak diluncurkan. "Ini merupakan masalah distribusi saja sehingga penjualannya baru sekitar 300 an unit," pungkas dia.
Antisipasi Mudik
Sementara itu selama mudik ini, Honda menyiapkan 248 mekanik selama 24 jam selama arus mudik. Ratusan mekanik ini akan standby di program Bale Santai Honda (BSH) mulai 1-7 Juli. (ze/ddn)











































Komentar Terbanyak
Viral Konvoi Fortuner-Alphard Masuk Area CFD, Ini Arti Pelat Nomor ZZ
Tarif Parkir Mobil di Jakarta Diusulkan Rp 60 Ribu/Jam, Pramono Bilang Begini
Iritnya Motor Matik Terbaru Honda, Jakarta-Bandung Cukup 2 Liter Bensin