Gesits telah dipesan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali sebanyak 10.000 unit. PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) juga memesan 5 ribu unit Gesits.
"Ada hal yang menarik dari Gesits selama beberapa bulan ini. Animo masyarakat begitu tinggi baik dari korporat maupun perorangan," kata CEO Garansindo, Muhammad Al Abdullah atau yang biasa disapa Memet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gesits progress-nya sesuai rencana awal. Untuk pemesanan sendiri, kemarin kita tutup angkanya, karena terlalu banyak. Kami buka lagi nanti dalam waktu dekat-dekat peluncurannya," ujar Memet.
Memet menilai, salah satu begitu besarnya animo masyarakat terhadap skuter listrik ini adalah fasilitas baterainya yang mudah diakses. Dijanjikan, untuk pengisian baterai skuter listrik ini tak perlu repot. Jika di tengah perjalanan baterai habis, baterai bisa ditukar dengan baterai yang sudah terisi penuh di minimarket atau SPBU. Prosesnya mirip seperti penukaran tabung gas elpiji atau air galon.
"Dari pertama motor ini dikembangkan, kita mau motor yang sangat baik, harga terjangkau, dan kualitas aftersalesnya juga sangat mumpuni. Salah satu konsep utamanya, kenapa Gesits begitu banyak animonya adalah bahwa baterainya mudah diakses. Ada di minimarket, di SPBU, di mana-mana," kata Memet.
Skuter listrik ini dijanjikan dijual dengan harga di bawah Rp 20 juta. Dengan harga itu, Gesits bisa bersaing dengan motor konvensional lainnya.
Saat ditanya target penjualan Gesits di tahun pertama, Memet menjawab, "Sebanyak-banyaknya. Berdoa aja yang bayak. Bisa jualan banyak Alhamdulillah." (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih