Melihat kenyataan ini, tidak salah rasanya jika muncul spekulasi pasar roda dua tengah mengalami kejenuhan. Karena tidak menawarkan sesuatu yang berbeda setiap tahunnya, hanya menawarkan sebuah warna baru, grafis baru, yang sebenarnya tidak ada perubahan yang berarti.
Honda pun berpendapat, kejenuhan di pasar belum terjadi. Penjualan roda dua yang tengah turun di tanah air tidak lepas dari pengaruh perekonomian yang masih belum meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun untuk negera berkembang seperti kita sepeda motor masih menjadi kendaraan yang paling dibutuhkan saat ini. Karena untuk bisa melaju dari satu tempat ke tempat lainnya, namun harus berganti kendaraan itu pasti jauh lebih mahal dibandingkan mengendarai motor," kata Margono.
Namun, lanjut Margono, situasi berbeda dibandingkan negara maju. Di negara maju saat ini orang menggunakan sepeda motor itu hanya untuk 2 kegunaan. Yakni untuk berkendara jarak dekat atau untuk sebuah hobi.
"Kalau negara maju itu dukung infrastruktur, karena untuk di tengah kota itu masyarakat sudah dipenuhi oleh MRT dan transportasi umum lainnya. Sehingga orang beli motor hanya untuk keperluan jarak pendek dan hobi, makanya di sana motor hanya ada dengan ber-cc kecil atau ber-cc besar," katanya.
"Di Indonesia kemungkinan seperti ini masih jauh, dan kalau pun sudah terjadi itu hanya akan terjadi di beberapa kota saja. Tapi saya tidak tahu kapan ini akan berlangsung di Indonesia," tambahnya. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka
Kenapa Pemotor yang Ngerokok Susah Dibilangin?