"Kami akan berbicara dengan menteri-menteri terkait agar produksi dan pemasaran motor listrik ini terus berjalan," ujar Nasir kepada wartawan di ITS, Surabaya Selasa (3/5/2016).
Menteri-menteri itu, kata Nasir, adalah Menteri Perindustrian, Keuangan, dan Perhubungan. Kepada Menteri Perindustrian Nasir akan berbicara tentang regulasi motor listrik, agar dipermudah proses dan produksinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan perjuangkan ke sana. Seperti misalnya pengurangan pajak, itu kan sudah merupakan insentif yang luar biasa," tandas Nasir.
Menperin Saleh Husin dalam kesempatan terpisah sempat menyatakan akan mendukung motor listrik nasional buatan ITS ini. Saleh Husin mengatakan Kementerian Perindustrian memberikan dukungan pada proyek motor listrik ITS dan Garansindo tersebut.
"Tentu kita dorong terus apa yang dirintis teman-teman dari ITS ini terwujud ke depannya bisa diproduksi di Indonesia. Beberapa itemnya sudah dilakukan sama anak-anak ITS tentu ke depannya bisa diproduksi," kata Saleh.
(iwd/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih