Yamaha pun mengungkapkan apa yang menjadi alasan, mengapa Indonesia belum terpilih menjadi basis produksi motor besar.
"Mungkin karena regulasi yang ada, oleh sebab itu kemarin kami meminta bantuan melalui AISI agar pemerintah bisa memberikan insentif atau melahirkan peraturan-peraturan yang bisa mendukung semua ini," ucap Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Mohammad Masykur, Selasa (15/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena mungkin saja dipilihnya Thailand karena regulasi yang diberikan pemerintahnya. Seperti insentif dan pajak yang bersahabat. Karena kan untuk bisa memproduksinya juga harus didukung dengan permintaan pasar domestik mencapai 5.000 unit," katanya.
Namun Masykur memastikan, jika Indonesia terpilih untuk menjadi basis produksi. Seluruh lini Yamaha Indonesia sudah siap mewujudkannya.
"Kalau soal teknologi dan SDA, kita (Yamaha Indonesia) sudah siap. Buktinya kita mampu memproduksi motor dengan standar Euro4," tambahnya. (lth/ddn)










































