Awal tahun 2016, beberapa produsen motor di Indonesia - termasuk Honda β berlomba meluncurkan varian motor terbaru di segmen sport. Namun, hal ini bukan pertanda varian bebek sudah tak diminati.
Direktur Pemasaran Astra Honda Motor, Margono Tanuwidjaja, memastikan peminat motor bebek masih ada. Menurutnya, tak sedikit orang yang melihat aspek fungsional dari motor bebek karena sesuai dengan kondisi di wilayah mereka tinggal.
Bahkan, Margono menyebut kontribusi varian bebek terhadap total penjualan produknya masih stabil. "(Kontribusi varian) Bebek stabil di angka 10 persenan. Masih ada yang ingin (motor) bebek. Ada orang yang tidak berburu model macam-macam asal fungsional. Misal di daerah rural atau pinggiran karena mereka butuh itu," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Thomas, jika pihaknya meluncurkan suatu produk, hal itu didasarkan permintaan konsumen. "Buat kita sih bukan masalah modelnya, menggiurkan atau tidak. Tapi kalau memang konsumennya masih ada, mereka (konsumen) ingin motor bebek, tentu harus kami penuhi," ujarnya.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor mencapai 6.480.155 unit. Dari jumlah tersebut, 445.893 unit merupakan segmen motor bebek.
(nkn/arf)











































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Bye Kartu Plastik! Pakai SIM Digital Tinggal Scan Barcode di HP