Mabua Lepas Harley-Davidson?

Mabua Lepas Harley-Davidson?

Rangga Rahadiansyah, Niken Purnamasari, M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 04 Feb 2016 18:42 WIB
Mabua Lepas Harley-Davidson?
Foto: M Luthfi Andika
Jakarta - Kabar soal PT. Mabua Motor Indonesia yang melepas keagenen Harley-Davidson kembali menyeruak awal tahun ini. Mabua diisukan berhenti menjadi APM Harley per 31 Desember 2015 lalu. detikOto memperoleh surat pemberitahuan kalau Mabua tidak memperpanjang keagenan Harley di Indonesia.

Berikut surat tanpa kop yang mengatasnamakan Presdir PT Mabua Harley-Davidson Djonnie Rahmat yang beredar di kalangan wartawan.

Dengan berat hati bersama ini diberitahukan bahwa PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia tidak memperpanjang keagenan Harley-Davidson di Indonesia, terhitung mulai tanggal 31 Desember 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama beberapa tahun terakhir, iklim usaha pada sektor otomotif, khususnya di bidang motor besar, mengalami berbagai kendala, antara lain yaitu:

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang US Dollar, yang dimulai sejak pertengahan tahun 2013 dan berlanjut sampai dengan saat ini mencapai lebih kurang 40 persen.

Kebijakan pemerintah Republik Indonesia mengenai tarif Bea masuk serta pajak yang terkait dengan importasi dan penjualan motor besar, antara lain:

a. PMK No 175/PMK.011/2013 tentang kenaikan tarif PPh 22 import dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen.
b. PP no 22 tahun 2014 tentang kenaikan pajak penjualan barang mewah dari 75 persen menjadi 125 persen.
c. PMK No 90/PMK.03/2015 tentang penetapan tarif PPh 22 Barang Mewah untuk motor besar dengan kapasitas mesin di atas 500 cc dari 0 persen menjadi 5 persen.
d. PMK no 132/PMK.010/2015 tentang kenaikan tarif bea masuk motor besar dari semula 30 persen menjadi 40 persen.

Total keseluruhan pajak untuk importasi motor besar mencapai hampir 300 persen, tidak termasuk bea balik nama dll-nya.

Faktor-faktor tersebut di atas telah mengakibatkan kelesuan pasar serta penurunan minat beli.

Untuk beberapa bulan mendatang, sebagai bentuk komitmen yang tinggi, kami tetap akan memberikan layanan purna jual serta penjualan suku cadang, dan lain-lain.

Ucapan terima kasih serta penghargaan yang tinggi kami sampaikan kepada Bapak Soetikno Soedarjo dan para pemegang saham MRA Group serta seluruh pihak, yang telah memberikan dedikasi serta dukungannya, sehingga PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia mampu menjadi bagian dari perkembangan Harley-Davidson di Indonesia sejak tahun 1997 sampai dengan saat ini.

Salam,
Djonnie Rahmat






Djonnie Rahmat sendiri sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi detikOto. Saat dihubungi dia mengaku sedang rapat dan minta dihubungi kembali.

Sementara, Director Sales and Marketing Mabua Harley-Davidson, Irvino Edwardly, juga tidak mengonfirmasi atau membantah surat ini.

"Untuk menjawab desas-desus ini kami akan mengundang rekan-rekan media, hari Rabu depan. Kami akan mengundang untuk konferensi press. Jadi belum tentu tutup di Indonesia, pokoknya kami umumkan hari Rabu, biar lebih jelas semuanya," ujarnya.

Isu tutupnya Mabua ini memang sudah berhembus kencang sejak akhir tahun lalu. Diawali dengan perpindahan markas Mabua dari kawasan Iskandarsyah, Blok M ke kawasan Pondok Pinang. Jadi benarkah Mabua sudah angkat tangan menjual motor Harley di Indonesia? (ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads