Industri menjajaki pembelian secara massal yang dikoordinir manajemen ojek dan menawarkan jasa perawatan kendaraan sekaligus pelatihan safety riding.
Melihat potensi peluang yang besar itu, industri motor melakukan penjajakan kerjasama yang bersifat saling menguntungkan. Pada satu sisi, para pabrikan akan diuntungkan karena akan terjadi penyerapan produknya di tengah pasar otomotif yang lesu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keuntungan pertama, pabrikan akan memberikan program perawatan bagi motor yang dibeli tersebut. Bahkan, dengan program itu, perawatan motor dilakukan dengan program yang pasti.
“Sehingga, motor akan tetap terus terawat secara teratur dan tidak mengganggu operasional motor maupun pemilik saat menjalankan tugasnya,” kata Sigit.
Selain itu, kalangan industri juga menawarkan pelatihan keselamatan dan berkendara yang baik dan benar. Dengan pelatihan tersebut, tak hanya keterampilan pengojek yang meningkat tetapi juga reputasi perusahaan juga ikut moncer.
“Sebab, pengojeknya dikenal memiliki keterampilan yang tinggi dan mendapatkan pelatihan secara khusus. Ini tentu akan menambah kepercayaan pelanggan,” papar Sigit.
Langkah penjajakan kepada manajemen ojek online itu, sebut Sigit, sudah dilakukan pada bulan lalu. Hanya, hingga kini belum ada jawaban resmi dari perusahaan yang bersangkutan.
“Tanggapannya sih positif,” kata dia tanpa menyebut perusahaan itu.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri