Asisten GM Marketing YIMM, Mohammad Masykur mengatakan nilai tukar rupiah yang melemah saat ini belum terpengaruh. Sebab, Yamaha sudah melakukan kontrak selama jangka waktu yang sudah ditentukan dengan pemasok komponen untuk menentukan harga motor.
"Untuk harga jual sepeda motor belum berpengaruh, karena para pemasok sudah melakukan kontrak selama jangka waktu tertentu. Tapi kalau terus-terusan seperti ini (dolar masih bertahan di atas Rp 13.500), pemasok komponen pasti akan teriak. Makanya kita akan diskusikan dengan mereka (kalau dolar masih tinggi)," ujar Masykur
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada hubungannya dengan dolar. Yang penting bagaimana ekonomi rakyatnya, demand-nya gimana. Komoditi nggak naik, income nambah, tidak ada masalah. Yang penting mereka sudah penuhi semua kebutuhan pokok ya kayak listrik, beras. Yang penting ekonominya berputar,β kata Masykur saat ditemui di kantornya di kawasan Pulogadung, Jakarta.
Misalnya, lanjut Masykur, di saat beberapa daerah mengalami penurunan penjualan ternyata di Kalimantan malah naik. Alasannya perekonomian di sana mulai bergerak berkat adanya proyek infrastruktur.
"Kemarin saya baru dapat cerita katanya di Kalimantan beberapa proyek infrasturktur sudah jalan, ekonomi berjalan lagi. Jadinya ketika di tempat lain penjualan turun, dia (Kalimantan) naik. Ternyata ada proyek dan ekonominya udah begulir," cerita Masykur.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi