Deputy Head Sales and Promotion Departement PT KMI, Michael Chandra Tanadhi beralasan, karena D-Tracker tipenya adalah offroad maka pihaknya masih tetap menggunakan karburator. Sebab, masih banyak pemilik motor offroad yang terus mengoprek-oprek motornya.
"Karena motor ini kan motor hobi. Jadi masih banyak yang ngoprek-oprek (supaya lebih mudah)," kata Michael usai peluncuran D-Tracker di Jakarta, Senin (3/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita takitnya terlalu mahal (harga jualnya kalau pakai injeksi). Ini kan segmennya di bawah Rp 30 juta," ujarnya.
Meski begitu, tidak menutup kemungkinan Kawasaki juga akan menawarkannya dengan injeksi. Tapi, Kawasaki masih harus melakukan serangkaian pengujian untuk hal itu.
"Enggak tertutup kemungkinan ke sana (injeksi)," ujarnya.
(rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM