Jakarta - Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi meluncurkan mobil listrik pertamanya, Suzuki e Vitara. Mobil ini dijual dengan harga mulai dari Rp 755 jutaan.
Foto Oto
Ini Suzuki e Vitara Listrik, Keren Gak?
Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi meluncurkan mobil listrik pertamanya, Suzuki e Vitara. Ini menjadi langkah Suzuki untuk membawa kendaraan ramah lingkungan dengan strategi multi-pathway.
Suzuki e Vitara yang meluncur di Indonesia ini mengusung baterai berkapasitas 61 kWh. Mobil ini memiliki tenaga maksimal 128 kW dengan torsi maksimal 193 Nm. Sekali cas sampai penuh, Suzuki e Vitara bisa menjangkau jarak hingga 428 km.
Suzuki e Vitara sudah dilengkapi dengan port charger yang umum di Indonesia. Mobil ini bisa dicas dengan pengisian cepat arus DC. Ngecas dari 15 persen sampai 80 persen cuma butuh waktu 50 menit. Sedangkan dengan AC standard charging 7 kW 1 fasa, butuh waktu sekitar 9,5 jam untuk charging dari 15 persen sampai 100 persen.
Suzuki e Vitara dibekali mode berkendara shift by wire. Sistem itu dapat mengubah mode berkendara secara elektrik hanya dengan menekan tombol yang tersedia di konsol tengah. Terdapat tiga mode berkendara yang dapat dipilih yaitu Eco, Normal dan Sport.
Ada pula fitur Pedal Mode yang memungkinkan pengemudi memilih level deselerasi. Ada tiga level deselerasi, deselerasi paling tinggi memungkinkan pengemudi mengendalikan kecepatan (menambah dan mengurangi kecepatan) hanya dengan pedal gas saja (tanpa menekan pedal rem).
Suzuki e Vitara sudah bisa dipesan di dealer-dealer Suzuki. Mobil ini dijual dengan harga mulai dari Rp 755 juta untuk versi warna single tone dan Rp 758 juta untuk pilihan two-tone.
e Vitara menambah deretan mobil ramah lingkungan Suzuki.Β Saat ini sudah ada mobil hybrid dengan model Ertiga, XL7, Grand Vitara dan Fronx.












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM