βSepanjang Juli, banyak hari libur dan kalau ditotal praktis hari efektif kerja sekitar dua minggu. Proses pengiriman sepeda motor ke diler dan masa buka diler juga lebih sedikit, sehingga penjualan juga lebih sedikit,β tutur Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala kepada detikOto, di Jakarta, kemarin malam.
Menurut Sigit, sepanjang Juni lalu penjualan sepeda motor di Tanah Air mencapai 588.675 unit. Jumlah itu naik sekitar 21,96 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 482.691 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lanjut Sigit, sejatinya daya beli masyarakat masih belum beranjak setelah di bulan-bulan sebelumnya melemah. Kondisi itu juga tidak banyak terdongkrak oleh kebijakan pemerintah yang menetapkan pemangkasan uang muka pembelian secara kredit.
Memang, sekitar 70 persen lebih, pembelian sepeda motor dilakukan secara kredit. Namun, sebut Sigit, persoalan mendasar yang dihadapi calon pembeli bukanlah uang muka, tetapi kemampuan mengangsur.
βSementara, selama ini kemampuan untuk mengangsur juga tertekan oleh pengeluaran lainnya, antara lain untuk anggaran belanja kebutuhan bahan pangan pokok, dan energi. Apalagi, di dua bulan terakhir masyarakat juga banyak mempersiapkan kebutuhan anak-anak sekolah menjelang dan memasuki tahun ajaran baru,β paparnya.
Sigit mengaku belum bisa memprediksi kondisi pasar di semester dua ini, khususnya setelah hari raya Idul Fitri dan persiapan tahun ajaran baru anak sekolah sudah terlewati.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...
Sopir JakLingko di Jaktim Bikin Resah, Penumpang Dihina 'Monyet'