Bajaj Auto mengaku telah mengirim tim insinyurnya untuk menyelidiki kasus pecahnya pelek ban depan Bajaj Pulsar RS200 saat dilakukan pengereman mendadak. Pabrikan juga mengkaji ulang desain pelek serta perusahaan pemasok peranti itu.
Seperti dilaporkan Motorbeam dan Rushlane, Jumat (24/7/2015), peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu itu menyebabkan pengendara motor dan pemboncengnya terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Kecelakaan terjadi di saat pengendara berusaha melakukan pengereman mendadak di roda depan.
Dalam hitungan detik, tiba-tiba pelek ban depan pecah dan kepingan cakram terlepas. Akibatnya, seketika itu juga motor terjungkal ke tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Pulsar RS 200 yang ada saat ini sudah menggunakan ban yang cocok untuk kecepatan 150 km/jam. Pabrikan juga mengaku telah melakukan pengujian menyeluruh sebelum motor itu diluncurkan dan dipasarkan.
Dugaan sementara, struktur bahan yang digunakan untuk pembuatan pelek itu berbeda dengan biasanya.Β
Begitu pun dengan desain yang mungkin tidak sesuai dengan struktur, sehingga kekuatannya tak sesuai dan akibatnya ketika dilakukan pengereman mendadak, tak kuat menahan dorongan besar.
Namun, kasus seperti itu pernah dialami oleh seorang pengendara motor KTM Duke.
(arf/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda