Seperti dilaporkan Bangkok Post, keberatan para orangtua dan pengendara motor itu diungkapkan sehari setelah OCP mendesak pemerintah memberlakukan larangan. Itu terjadi sejak pertengahan Maret lalu.
Wakil Sekretaris Jenderal OCP, Weerachai Chomsakorn, mengatakan peserta pertemuan antara OCP, pemerintah, dan pennggiat keselamatan lalu lintas sepakat untuk melarang anak-anak usia kurang dari enam tahun membonceng motor. Mereka juga mengusulkan agar anak-anak berusia kurang dari 15 tahun juga diharamkan menggeber kendaraan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anuwat Maneedit, 40 tahun, adalah salah satunya. Pria yang berprofesi sebagai sopir taksi itu mengatakan, selain sebagai sarana transportasi murah dan alternatif bagi warga yang tak mampu membeli mobil, motor juga fleksibel menembus kemacetan.
Dia mengaku saban hari menjemput istrinya dari tempat kerja dan mengantar anaknya ke sekolah dengan menggunakan motor.
βYang lebih penting bukan melarang menggunakan motor, tetapi bagaimana mengampanyekan keselamatan berkendara dan penggunaan helm bagi pengendara dan pembonceng motor,β ucapnya.
Pernyataan serupa dilontarkan seorang warga Thon Buri, Tukkae, 43 tahun. Menurutnya tidaklah tepat melarang anak-anak yang membonceng motor. Namun pria ini mengaku mendukung larangan bagi anak-anak berusia di bawah 15 tahun mengendarai motor.
Bahkan dia mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap anak-anak pengendara motor. Tak hanya itu, pria ini juga meminta aparat berwenang untuk menindak orangtua yang membiarkan anak di bawah umur menggeber motor di jalanan.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas