Menurut founder Rifat Drive Labs (RDL), Rifat Sungkar, pihaknya akan memberikan teori dan praktik. Untuk poin skill awarness ada 7 poin yang harus dipelajari.
"Skill awarness, ada 7 poin. Pertama dia harus lewatin letter 8 besar dan kecil, slalom lurus, zig-zag, balancing board jadi kayak lewatin board, manuver di jalan sempit, bukan jalannya yang sempit tapi cone-nya sempit jadi biar dengkulnya mentok tidak," kata Rifat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sebagian pengendara juga bisa mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu dengan mengitari wilayah sekitar tempat pelatihan selama 15 menit. Sebagian pengendara yang menunggu akan dilatih bagaimana teknik pengereman.
"Yang menunggu diberikan latihan braking, presision braking dan reaction braking, ada berhenti di kotak ada berhenti pilih kotak, ada braking di atas pasir," jelas Rifat.
Tidak hanya skill, kondisi motor pun tetap diberikan pengarahan bagaimana mengecek motor sebelum perjalanan. Hal itu masuk ke dalam kategori commentary riding.
"Ketika dia mau naik motor, kita melakukan pre-trip inspection, dan pengetahuan dia terhadap ini dan cara dia naik motor pertama kali. Lalu ketika berjalan bagaimana dia take over, bagaimana dia bermanuver, bagaimana dia masuk dari jalan secondary ke jalan utama, bagaimana dia balik arah. Di commentary riding helmnya pake intercom," kata Rifat.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu