Masyarakat bereaksi keras atas munculnya permintaan kalangan pengguna motor gede untuk melintas di jalan tol. Jika pengguna motor gede diizinkan, muncul anggapan adanya diskriminasi untuk pengguna motor lainnya.
βJgn moge aja, gmana klo dibuat jalur khusus R2 jd semua bisa masuk tol "@detikoto: bagaimana komentar Otolovers? #mogemasukjalantol,β ujar komunitas motor @scoophlic di Twitter.
βSAME ROADS, SAME RULES, RIGHTS! Satu masuk, masuk semua. Satu ga masuk, ga masuk semua. Titik!,β tambah akun komunitas Yamaha Jupiter, β@jupiterDPKclub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βKarena pengendara motor mau itu moge atau bukan masih ugal-ugalan. Masih belum bisa tertib sesuai aturan. Tol saja sudah crowded dengan roda empat atau lebih, ditambah motor yang suka ugal-ugalan, mending enggak usah deh yah,β ujarnya
βMoge ga masuk tol aja udah macet apalagi msk tol.. MIKIR ! Janji akan tertib? Ga percaya banget !! Yg ada AROGANSI !!,β cuit @raffhouse
Sementara itu Jeyzou dalam komentarnya menuturkan yang perlu dipertimbangkan adalah kondisi jalan tol itu sendiri.
βSaat ini jalan tol di Indonesia dengan sangat menyesal saya katakan kualitasnya tidak terlalu baik, sehingga faktor keamanan harus jadi pertimbangan utama. Kemudian juga kepadatan jalan tol itu sendiri, tanpa adanya motorpun, jalan tol kita sering macet. Solusi yang mungkin tepat untuk saat ini adalah pembenahan kualitas jalan tol dan (jika dibolehkan motor masuk tol) pembagian waktu-waktu tertentu saja motor,β ujarnya.
Jonatan Sitepu melalui email yang dikirimkan ke redaksi meminta pemerintah untuk tidak pernah mengizinkan pengguna motor gede melintasi di jalan tol.
βPerhatikan di daerah Bogor (Jl. Pajajaran) hari Sabtu apabila mereka touring ke Puncak, sepanjang jalan serasa milik mereka saja. Semua kenderaan roda 2 atau 4 wajib minggir, dengan salah satu ketengah jalan pengendara moge mendekatkan motornya ke roda 2 atau 4, supaya jalan mereka tidak terhalang. Mohon jangan sekali-kali diijinkan masuk tol, kejadian di jalan biasa akan terganggu pengguna tol kendaraan roda empat,β ujarnya.
Pembaca lain, Akbar Aidi mengaku tidak yakin dengan janji para pengguna moge yang akan berlaku disiplin di jalanan begitu mereka masuk jalan tol.
βSekarang saja mereka janji janji manis akan disiplin. Setelah izin turun saya jamin ugal ugalan dan arogansi pengendara moge akan terus terjadi. Mental pengendara moge kita kan masih terlalu cemen sehingga masih suka pamer dan seenaknya sendiri,β ujarnya.
Dafin menambahkan para pengguna moge memang sah-sah saja meminta akses masuk jalan tol. Tapi yang perlu diingat adalah pemilik motor ini hanya segelintir orang saja, dibandingkan dengan seluruh jumlah warga negara Indonesia.
βPengguna moge ini adalah hobi bukan kebutuhan, lain dengan kendaraan lainnya rata-rata menggunakan kendaraan buat mencari nafkah. Kalau mereka pengguna merasa nyaman menggunakan moge di luae negeri silakan diluar negeri. Masih ingat kasus moge nabrak orang sampai meninggal di Tasik dan Pangandaran. Jadi pemerintah dan DPR jangan mengakomodir segelintir orang hanya karena hobi. Kalo alasan mereka karena di jalan umum sering macet, nanti pengguna sepeda pun akan minta kebebasan masuk tol, karena enggak bisa bersepeda di jalan raya. Menurut saya bukan diakomodasi keinginan mereka supaya masuk tol, tetapi hentikan izin pengguna moge di jalan raya,β ujar Dafin.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk