Namun ternyata, segmen motor ayam jago belum dilirik oleh Yamaha. Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Mohammad Masykur mengatakan, sampai saat ini pihaknya melihat pasar motor ayam jago yang tidak berkembang.
Yamaha sebelumnya juga punya motor bergaya ayam jago dengan mesin dua tak yakni Yamaha Champ. Menurut Masykur, saat masih menjual Yamaha Champ, market motor di kelas itu pun tidak berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang sifgniifikan adalah saat pasar bebek turun, ternyata penjualan Jupiter MX justru stabil. Makanya kita fokus ke Jupiter MX," lanjutnya.
Masykur menyampaikan, motor ayam jago memiliki kelemahan pada keseimbangan mesin dan rangka bodinya. Kalau rangka bodi tidak terlalu bagus sementara kapasitas mesin lebih besar, motor akan lebih sulit dikendalikan.
"Kita melihat kelemahan ayam jago, kalau frame enggak bagus, enggak bisa belok itu motor. Kalau rangkanya kecil, mesinnya gede, kan jadinya susah belok," katanya.
Meski pasar motor ayam jago ini akan diramaikan kembali, Masykur mengatakan Yamaha tetap mengikuti pendiriannya. "Kita Yamaha tidak mau ikut-ikutan. Kita lebih menunjukkan 'it's me' bukan 'me too'," ucap Masykur.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?