Bagi mereka gelaran ini bukan sekadar menang dan kalah, tetapi lebih sebagai wahana mengasah keterampilam dalam menghasilkan karya yang estetis namun tetap nyaman dan aman.
"Apalagi saat ini, aliran modifikasi kustom juga beragam dan masing-masing berkembang. Salah satunya kustom kulture,β tutur salah seorang penggiat modifikasi Nurfil Aiman, di arena Kustomfest 2014, JEC, Yogyakarta, akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Nurfil diamini Susanto Gunawan, builder dari Gear Head Monkey Garage. Menurut Susanto, kustom kulture bukan sekadar kompetisi menang dan kalah.
"Tetapi tanggung jawab menghasilkan karya estetis, namun tetap aman digunakan," ucapnya.
Bagi Susanto dan Nurfil, Kustomfest yang mengusung tema Kustom Rule dan kustom kulture menjadi bagian di dalamnnya, adalah wahana penyatuan visi bagi para builder dan komunitas untuk menghasilkan karya dengan karakter tersebut.
"Kami berterima kasih karena U Mild berkomitmen tinggi menyatukan komunitas Kustom Kulture dalam membangun semangat persaudaraan melalui Tim U Mild Unity," kata Nurfil.
Melalui wahana bertukar pengalaman dan pikiran itu, maka perkembangan dunia modifikasi di Tanah Air akan semakin berekembang dan tak kalah dengan bidang serupa di mancanegara.
Tak harus bertatap muka langsung untuk bertukar pikiran. Para bikers bisa berdiskusi melalui situs www.unity-team.com.
(arf/ady)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!