Kamis, 26 Jun 2014 18:55 WIB

Sensor Injeksi Bermasalah, Honda Jamin Motor Masih Bisa Jalan

- detikOto
Jakarta - Honda mengingatkan banyaknya sensor-sensor injeksi yang terdapat motor Honda bukan menjadi suatu momok yang menakutkan. Karena Honda menjamin, jika ada permasalahan pada motor injeksi atau sensor-sensor injeksi Honda maka motor Honda masih akan bisa berjalan.

"Banyak sensor di motor injeksi Honda, dan kalau ada permasalahan pada sensor penting, tidak perlu khawatir. Karena motor injeksi Honda memiliki Power Manage Control memiliki back up cadangan untuk menghidupkan mesin," ujar Technical Training Department PT Astra Honda Motor Winaryanto, pada ajang Ngepot (Ngobrol Seputar Otomotif) di kantor detikcom, Kamis (26/6/2014).

"Jadi motor injeksi Honda masih akan tetap hidup dan bisa berjalan meski ada permasalahan pada beberapa sensor. Sehingga konsumen bisa ke AHASS secepatnya," tambahnya.

Bahkan jika baterai motor soak (tidak memiliki listrik lagi-Red), motor injeksi Honda masih bisa berjalan.

"Baterai soak pun motor akan masih bisa berkendara, karena tenaga akan dihasilkan melalui regulator. Tapi kalau kelamaan dipaksakan untuk berjalan, maka bisa merusak komponen lainnya, seperti lampu yang kerap putus, atau merusak koil, pompa dan injektor," tutupnya.

Dia menambahkan dalam mesin motor injeksi terdapat komponen-komponen krusial yang bekerja saling membantu agar mesin motor tetap menyala dan berjalan dengan baik.

Motor injeksi Honda terdiri dalam beberapa komponen yaitu body set (TP sensor), fuel injection, PGM-FI Unit (ECM), Fuel Pump, Sensor Thermostat Oil (EOT), Sensor O2 dan Solenoid (FISV).

"Motor injeksi Honda masih bisa jalan yang penting sensor CKP menyala, pompa bensin masih menyala dengan baik. Coil masih memercikan api dengan bagus, busi bagus dan injektor yang masih menyala," kata Winaryanto.

Untuk diketahui sensor CKP berfungsi mendeteksi mesin dan sudut crankshaft kemudian informasi ini diproses oleh ECM untuk mengontrol jumlah dan waktu penginjeksian BBM. Komponen sangat penting untuk motor injeksi Honda.

Dia menjelaskan hal tersebut karena sistem PGM-FI ini dilengkapi dengan sistem 'fail safe', dimana dikenal untuk memastikan mesin motor masih sanggup menyala. Winaryanto menambahkan dengan adanya 'fail safe', kemampuan minimum mesin motor injeksi tetap mampu bekerja meski ada masalah pada sistem injeksi.

"Kalau dengan 5 komponen itu masih bekerja dengan baik, maka motor injeksi Honda masih bisa berjalan," pastinya.



(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com