Jas sepatu dari Bandung dengan merek undercover terbukti tidak hanya diminati masyarakat Indonesia, jas sepatu ini juga diminati pengguna motor di Malaysia dan Singapura.
James Fix (32) pemilik CV Tujuh Huruf dengan brand jas sepatu undercover asal Bandung tersebut mengaku akan membuka jaringan di beberapa negara di Asia.
"Ada beberapa orang Malaysia dan Singapura mengambil undercover. Mereka tertarik jadi distributor di sana. Baru ini dan tidak menutup kemungkinan akan diekspor ke negara lain di Asia. Ekspor mungkin mulai akhir tahuun depan. Untuk sementara ini lokal dulu, karena ceruk pasarnya di sini," kata James.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, jas sepatu undercover ini bukan barang baru di Indonesia. Supaya konsumen tertarik menggunakan alat tersebut, James mecoba desain yang lebih segar.
"Kita fokus pada pengendara motor yang suka beraktivitas tapi terkendala hujan, tapi kita buat fashion," ucapnya.
Sepatu undercover ini dipasarkan dari Bandung. Pusat produksi jas sepatu ini berada di Jawa. Untuk sementara ini peminat jas sepatu cukup banyak. CV Tujuh Huruf yang bergerak di bidang jas sepatu mengalami pendapat cukup signifikan beberapa bulan terakhir.
"Omset lumayan. Tapi saat ini barang masih jarang, belum merata. Permintaan tinggi tapi. Desain dan inovasi dari saya di Bandung, tapi produksi tidak di Bandung. Produksi di Jawa," ucap James.
CV Tujuh Huruf ini menyediakan beberapa ukuran pelindung sepatu yaitu S : 36 β 37, M : 38 β 39, L : 40 β 41, XL : 42 β 43 dan XXL : 44 dengan banderolan Rp 35.000 untuk Bandung dan sekitarnya.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Beredar Info Razia Pajak Kendaraan di Tol, Ini Fakta di Baliknya
Muncul Lagi Usulan Larangan Penunggak Pajak Beli BBM Subsidi