"Setiap tahun penjualan spare part mengalami kenaikan meski naiknya hanya 26 persen tiap tahun," kata General Manager Part Division PT MPM main dealer Honda Motor Subekti kepada wartawan di Surabaya, Selasa (26/11/2013).
Menurut dia, meningkatnya penjualan spare part juga tidak lepas dari naiknya angka kecelakaan yang sering terjadi dengan seiring tingginya volume kendaraan di jalan tanpa diimbangi pengembangan infastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target penjualan spare part PT MPM Honda Motor untuk wilayah Jatim, Nusa Tenggara dan Bali 2013 sebesar Rp 435 miliar. Sedangkan 2014, divisinya ditarget sebesar Rp 525 miliar. Naiknya target akan terpenuhi.
"Tahun depan kan ada kampanye pemilu dan pemilu salah satu barometer meningkatnya penjualan spare part, karena setelah pemilu pasti banyak motor masuk bengkel karena rusak setelah dipakai kampanye," ujarnya.
Sedangkan produk spare part yang paling banyak terjual yakni ban, oli, van belt dan kampas rem. " Tapi yang paling banyak dan rutin adalah penjualan busi, sebulan kita bisa 250 pcs untuk Surabaya saja belum unit didaerah lain," pungkas dia.
Untuk atasi tingginya angka kecelakaan, pihak Honda tidak henti hentinya mengkampanyekan safety ridding ke semua elemen masyarakat, mulai anak sekolah hingga pekerja kantoran.
"Terus terang sejak 2008 kita lakukan kampanye, kita baru mampu mencakup 950 ribu orang saja yang mendapat edukasi safety riding dari Honda," kata GM Technical Service Division PT MPM Honda Motor Main dealer untuk Jatim, Nusa Tenggara dan Bali Purwanto.
(ze/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?