Instruktur Indonesia Juara Kompetisi Safety Riding di Jepang

Laporan dari Suzuka

Instruktur Indonesia Juara Kompetisi Safety Riding di Jepang

Nala Edwin - detikOto
Sabtu, 16 Nov 2013 05:36 WIB
Instruktur Indonesia Juara Kompetisi Safety Riding di Jepang
Suzuka -

Banyak pemotor di Indonesia yang tidak tahu aturan saat berkendara, namun secercah harapan datang dari Suzuka, Jepang. Perwakilan Indonesia menjadi juara safety riding atau berkendara yang aman di sana. Semoga menular ke pemotor lainnya.

Dua orang instruktur perwakilan PT Honda Astra Motor (AHM) menjuarai lomba safety riding motor di Sirkuit Suzuka, Jepang. Ahmad Anugra dan Aldea Henry menjadi juara satu dan dua dalam kompetisi 14th Safety Japan Instructors' Competition 2013.

Ahmad Anugra dan Aldea Henry berlaga pada kelas motor 100 cc dan berhasil mengalahkan perwakilan-perwakilan dari negara Asia lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan satu orang instruktur lainnya, Maryanto, yang bertanding di kelas motor 400 cc tidak mendapatkan juara, Jumat (15/11/2013).

Pemberian hadiah plakat tanda pemenang dilakukan di Suzuka Circuit Hotel. Saat menerima hadiah Ahmad dan Aldea masih mengenakan seragam balap berwarna biru putih.

"Saya berterima kasih atas segala bantuannya dan kemenangan ini adalah hasil kerja keras semua orang selama tiga bulan," kata Ahmad yang meraih juara satu dalam sambutannya di hadapan peserta lainnya.

Kejuaraan safety riding ini digelar pada 14 November-15 November. Beberapa uji yang dikompetisikan pada lomba itu adalah uji narrow plank, uji braking dan slalom course.

Uji narrow plank dilakukan untuk mengetahui keseimbangan saat berkendara. Dalam uji ini para peserta harus berkendara melintasi papan titian dalam kecepatan sangat rendah tanpa menurunkan kaki dan tetap mempertahankan postur berkendara yang ideal.

Sedangkan kemampuan pengereman dites dalam uji braking. Dalam uji ini peserta harus bisa menghentikan sepeda motornya dari kecepatan yang sudah ditentukan tanpa membuat roda terkunci maupun memakai bantuan engine brake. Para peserta juga harus tetap bisa mempertahankan postur berkendara yang ideal.

Ujian lainnya yang menantang adalah ujian slalom course, di mana keterampilan berkendara diuji secara akurat dan cepat di lintasan yang dirancang khusus. Para peserta lomba tidak boleh menyentuh pembatas jalur maupun pijakan kaki di aspal saat bermanuver.

Selain diuji keterampilannya secara praktek, peserta kompetisi dituntut mampu memiliki pemahaman menyeluruh sebagai instruktur terkait teknik berkendara yang mengusung unsur keselamatan. Ujian pemahaman ini dilakukan secara tertulis melalui ujian written report.

Para instruktur binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini bersaing dengan peserta lain dari negara Asia lainnya yakni Thailand, India, Filipina, Malaysia, dan Singapura.

General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM Agustinus Indraputra mengatakan keikutsertaan AHM dalam adu keterampilan safety riding ini merupakan bentuk komitmen perusahaan itu untuk terus meningkatkan keselamatan berkendara bagi masyarakat Indonesia.

"Secara konsisten kami terus melakukan beragam upaya edukasi dan sosialisasi keselamatan berkendara kepada masyarakat. Kewajiban kami sebagai produsen sepeda motor tidaklah hanya memberikan transportasi terbaik, namun mengajarkan aspek safety riding untuk penggunanya. Prinsip kami No Sales Without Safety," ujar Indraputra.

Keikutsertaan AHM dalam kompetisi instruktur safety riding di Jepang ini sudah berlangsung sejak tahun 2005, di mana instruktur-instruktur binaan AHM mampu mempertahankan dua posisi tertinggi selama 8 tahun berturut-turut di kelas motor 100 cc.

(nal/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads