Pulsar 200NS Telat Sampai ke Tangan Konsumen, Ada Apa Kawasaki?

Pulsar 200NS Telat Sampai ke Tangan Konsumen, Ada Apa Kawasaki?

Aditya Maulana - detikOto
Senin, 07 Okt 2013 12:01 WIB
Pulsar 200NS Telat Sampai ke Tangan Konsumen, Ada Apa Kawasaki?
Jakarta - Sejak diluncurkan di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) tepatnya (7/6/2013), Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS langsung mendapatkan sambutan yang hangat dari masyarakat Indonesia.

Di PRJ saja, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) sudah mengantongi banyak pesanan. Tapi menurut salah seorang pemesan motor ini, ada yang belum mendapatkan unitnya hingga saat ini.

"Saya termasuk yang inden dari PRJ lalu sampai sekarang belum terima motor tersebut. Enggak ada informasi apapun mengenai penyebabnya apa namun dari rumor yang beredar di kalangan yang inden katanya masalah quality control," tutur Yoga dalam surat yang dikirim ke redaksi detikOto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal itu, Deputy Departement Head Sales & Promotion Departement Dewi Septianti mengaku kalau pihaknya sudah mulai mendistribusikan motor buatan Bajaj tersebut ke diler-diler dan konsumennya yang berada di wilayah Jabodetabek.

"Untuk yang pesan di PRJ sudah kita kirimkan di akhir Juli. Itu kami prioritaskan terlebih dulu terutama yang berada di wilayah Jabodetabek," kata Dewi saat dihubungi detikOto, Senin (7/10/2013).

Dijelaskannya, pada akhir Juli 2013 lalu, KMI sudah mengirimkan sedikitnya 300 unit Bajaj Pulsar 200NS ke wilayah Jabodetabek dan semuanya memang sudah dikirimkan sesuai dengan waktu dan ketersedian unitnya.

"Karena unit yang datang dari sana (India) terbatas, yang lainnya masih on the way," tambahnya.

Dewi menambahkan, setiap bulannya Pulsar 200NS akan dikirimkan dari India sebanyak 1.000 unit dan semuanya sampai saat ini masih sedang dalam perjalanan.

"Untuk bulan ini saja 1.000 unit, pokoknya sebulannya 1.000 sampai 1.500 unit, timpalnya.

Lalu ketika ditanya, apakah ada masalah dari quality control? Isu yang beredar, motor ini memiliki banyak masalah, sehingga Kawasaki sering kali menolak motor dan mengirimkannya lagi ke Bajaj untuk menyesuaikan dengan kualitas yang disetujui keduanya.

"Waktu awal-awal memang ada di bagian olinya, tapi itu sejak pertama di-launching dan kita langsung memperbaikinya. Nah, yang sudah dikirim itu sudah tidak ada masalah apa-apa," katanya lagi.

(ady/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads