Ustad yang biasa disapa Uje tersebut meninggal saat berkendara dengan Kawasaki ER-6n. Uje kehilangan kendali motor bermesin 600 cc itu dan menabrak pohon yang ada di dekat bundaran Pondok Indah setelah jatuh dan terpental sekitar 20 meter.
Akibatnya, motor berlabur warna hijau dengan nopol B 3590 SGQ itu pun ringsek dan Uje meninggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Balik lagi kalau kita mau aman, harus memilih helm yang sesuai," kata
Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), Jusri Pulubuhu kepada detikOto.
"Selain itu, terlepas dari kualitas helm yang kita pilih, terkadang ada orang yang menggunakan helm yang longgar, tidak pas. Ada juga yang tidak di-'klik'. Padahal helm bagus tapi cara penggunaannya tidak benar akan menimbulkan masalah, begitu juga sebaliknya," papar Jusri lagi.
"Helm half face itu aman, tapi kalau kita pakai skutik atau bebek yang kecepatannya tidak terlalu kencang. Kalau kita memilih motor yang besar, risiko yang kita hadapi tentu semakin besar dan karena itu kita butuh perlindungan yang semakin maksimal, nah itu harus pakai full face," jelasnya.
Uje di mata adik kandungnya, Deki, selalu mengenakan helm full face saat naik motor. Jadi bukan kebiasaannya untuk mengendarai motor
"Waktu itu Uje pakai helmnya half face, itu enggak biasanya, biasanya dia pakai full face," kata adik kandung Uje, Deki Fajar Siddiq saat berbincang dengan detikcom, Jumat (26/4/2013).
Helm dan topi yang dipakai Uje
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!