Dept Head Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya menegaskan, pihaknya memang dengan sengaja membuat motor Inazuma (dalam artian bahasa Indonesia berarti kilatan cahaya). Salah satu alasan adalah untuk memenuhi kebutuhan segmen dewasa.
"Pasarnya memang 30-35 tahun, bukan 20-an yang naik motor harus bungkuk. Jadi pada saat melakukan perjalanan mereka enjoy di atas motor, bukan malah sakit punggung," jelasnya di sela-sela touring 'Born to Adventure' Makassar - Toraja - Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Tanah Air yang cukup menggeliat juga menjadi faktor pemantap bagi Suzuki untuk bermain di segmen 250 cc.
"Itu tidak terlepas dari ekonomi kita yang tumbuh, karena identik dengan gaya hidup. Melihat potensi itu kita memutuskan ikut serta, tapi kita nggal masuk sport karena pemain 250 cc masuk di sport model, kita touring jadi model berbeda," tukasnya.
Di tahun 90'an Suzuki merajai kelas motor sport dengan meluncurkan RGR yang masih memakai mesin 2 langkah. Disusul dengan Suzuki Crystal yang bermain di segmen motor bebek.
"Sebetulnya ikon kita, dulu RGR tidak ada yang mengalahkan di kelasnya. Tapi kita ingat juga pada saat meluncurkan Thunder 250 cc, agak nyeleneh. Kita tidak lari dari pakem, kita mengalihkan diri dari motor touring, ini adalah varian kita," tegasnya.
(nu2/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge