Peredaran suku cadang kendaraan bermotor palsu di Indonesia ternyata mencapai 30 persen. Hal ini tentu saja memberikan dampak yang buruk bagi konsumennya karena spare part palsu ini bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di jalan.
Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM Ahmad M Ramli membeberkan kalangan masyarakat menengah ke bawah sering menjadi korban peredaran spare part palsu, karena harga jauh lebih murah.
"Itulah yang sering dilakukan oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah. Jadi masyarakat bawah berpikirnya kalau dia ingin membeli spare part ya cari yang murah seperti pada angkutan kota, padahal itu sangat membahayakan," keluh Ahmad M Ramli disela-sela acara seminar AISI di City Grand Ballroom grand Mercure Jakarta, Senin (25/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin betul-betul masyarakat menggunakan sparepart asli, agar kecelakaan lalu lintas di Indonesia bisa ditekan," tukasnya.
"Bila HAKI terjamin, kami percaya investor tidak hanya menanamkan modal untuk manufaktur saja melainkan juga mengembangkan industri-industri berkemampuan development, desain dan engineering," timpal Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi