"Memang cost naik, tapi daya beli masyarakat seperti buruh dan karyawan itu akan naik juga, masalahnya segmen ini beragam sekali," kata Direktur Pemasaran AHM, Margono Tanuwijaya di Bali.
Honda sendiri kini masih menghitung-hitung kenaikan harga motornya. Menurutnya masih prematur bila menilai berapa kenaikan harga motor saat ini. "Tetapi belum bisa memastikan seberapa jauh kenaikannya," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan tidak mungkin penjualan motor Honda di beberapa daerah di Indonesia bakal mengalami penurunan untuk sementara waktu. Namun setelah itu akan bangkit kembali.
"Pengaruh utama yang muncul dari BBM itu inflasi, pasti penjualan turun. Tapi, sifatnya sementara karena menyesuaikan pada tingkat pengeluaran baru. Sampai akhir tahun ini, Honda menargetkan bisa menjual 4,075 sampai 4,085 juta unit atau menguasai pangsa pasar 57-58 persen. Total pasar sendiri diprediksi tutup 7-7,05 juta unit," imbuhnya.
"November ini penjualan kami sekitar 360.000 unit sedangkan Desember akan menurun sedikit tetapi tetap di atas 300.000 unit," ujarnya.
Di Bali sendiri tetap menjadi daerah strategis bagi Honda. Penjualan motor Honda di Bali terbesar di antara merek motor lainnya.
Di Bali, market share Honda sebesar 78 persen selama 3 bulan berturut-turut (Agustus-Oktober 2012).
"Di Bali market share kita (Honda) 78 persen. Saya sendiri bangga bagian dari bali. Total 3 bulan berturut-turut 78 persen. Sebelumnya year to date 76 persen," jelas Kepala Wilayah Honda Bali, Afriano Nadianto.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?