PT Moto Arte Indonesia selaku agen tunggal merek MV Agusta meluncurkan 3 tipe yakni MV Agusta F4 RR, Supersport F3 675, dan Brutale 675. Desain yang memukan tentunya menjadi pemikat untuk pecinta moge.
Motor yang didatangkan langsung dari Italia ini dibanderol cukup mahal. Brutale 675 dijual Rp 245 juta, Supersport F3 Rp 325 juta dan F4 RR Rp 495 juta on the road Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MV Agusta Supersport F3 menggendong mesin 675 cc terbaru yang merupakan revolusioner yang sudah mengusung teknologi Counter rotating crankshaft.
Apabila mesin-mesin motor pada umumnya memiliki mesin yang berputar searah jarum jam, mesin MV Agusta 675 ini melakukan hal yang sebaliknya.
Hal ini diklaim akan mampu mengurangi gravitation force/inertia pada handling motor yang membuat handling motor terasa lebih ringan, terutama saat cornering.
Supersport F3 yang masuk ke Indonesia sudah akan dilengkapi EAS system, yang merupakan traction control dan quick shifter ala MV Agusta.
Sementara itu Brutale 675 memiliki jarak antara stang, tanki, dan jok yang lebih pendek dari motor-motor Eropa lainnya. Hal ini membuat penggunanya tidak akan cepat merasa pegal untuk perjalanan dalam kota maupun jarak jauh.
Apalagi dengan tambahan counter rotating engine dikatakan menjadi keunggulan motor ini.
Mesin 3 silinder segaris 675 cc yang digendongnya juga membuat torsi masih dapat dinikmati, dan rpm masih dapat mencapai range yang cukup tinggi. Keunggulan lainnya varian ini juga sudah mengusung single sided swingarm, watercooled, DOHC, dan ada opsional EAS system.
Sedangkan F4RR memiliki mesin inline 4 yang memiliki tenaga lebih besar dibanding lawan Italia lain seperti Ducati 1198S dan Aprilia RSV4 Factory APRC karena sudah mampu mengeluarkan tenaga hingga 201 hp. Padahal lawan-lawannya dikatakan belum mampu menembus angka 200 Hp.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB