Meski rencana tersebut berniat baik untuk menekan angka kecelakaan motor, namun membutuhkan evaluasi yang mendalam.
"Kita dari Kementerian Perhubungan tidak mengusulkan (aturan) itu. Kita harus ada pertimbangan dan evaluasi mendalam dulu," kata Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan kepada detikOto, Selasa (20/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, jangan sampai masyarakat menolak terkait usulan yang diajukan pihak kepolisian itu.
"Tergantung, karena mekanisme dan bagaimana pengawasannya. Itu masih rencana," imbuhnya.
Wacana pembatasan jarak tempuh ini muncul dalam rapat evaluasi angkutan mudik yang diikuti oleh Komisi V DPR, Kepolisian, dan Kementerian Perhubungan.
Pembatasan jarak tempuh dipandang sebagai salah satu langkah alternatif untuk mengurangi angka kecelakaan pemotor yang tinggi saat pulang mudik. Rencananya motor maksimal melaju sejauh 200 km saja.











































Komentar Terbanyak
Prabowo Klaim Upah Ojol Naik 3 Kali Lipat, Begini Reaksi Asosiasi
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi