Investasi di Industri Motor Mandek Karena DP Kendaraan

Investasi di Industri Motor Mandek Karena DP Kendaraan

Syubhan Akib - detikOto
Rabu, 31 Okt 2012 16:33 WIB
Investasi di Industri Motor Mandek Karena DP Kendaraan
Suasana JMCS 2012 (Rengga)
Jakarta -

Kebijakan kenaikan ambang batas uang muka yang sudah dilakukan pemerintah sejak pertengahan tahun ini memukul industri roda dua Indonesia. Kebijakan ini pun dipercaya membuat investasi jadi tersendat.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata memaparkan kalau penjualan motor di Indonesia akan mengalami penurunan yang cukup signifikan karena kebijakan ini.

Penjualan motor di Indonesia tahun 2011 silam mencapai angka 8,6 juta unit, namun tahun ini, angka tersebut akan turun. Penurunan penjualan tersebut akan memiliki efek domino yang cukup riskan yakni tersendatnya investasi masuk ke Indonesia.

"Penjualan tahun ini 7,1 juta unit, atau turun cukup lumayan juga karena jelas masalah DP pengaruhnya sangat besar. Ekspansi terpaksa ditunda karena pasar turun. Kalau melakukan investasi, kapasitas bisa 11 juta unit," jelas Gunadi di Jakarta MotorCycle Show, Rabu (31/10/2012).

Penurunan penjualan itulah yang membuat rencana investasi beberapa merek di Indonesia tertunda hingga kondisi pasar stabil kembali. Hal ini tentu akan membutuhkan waktu.

"Karena pasar turun maka ekspansi tertahan. Karena percuma kalau mau masuk ke ekspansi tapi pasarnya tidak mencapai itu. (Rencana awal) Ekspansi kira-kira 20-25% dari kapasitas produksi terpasang saat ini 8,5 juta unit, kalau melakukan ekspansi akan mencapai 10-11 juta unit per tahun," lugasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, prediksi peningkatan penjualan tahunan pun juga berantakan. Bila AISI sebelum kebijakan ini lahir telah memprediksi kalau penjualan motor di Indonesia pada tahun 2013 mendatang akan mencapai angka 10 juta unit, maka angka itu kemungkinan akan mundur sampai 2016.

Sebab, selain pasar yang turun, kapasitas produksi motor di Indonesia pun belum sampai ke angka itu. "Ngapain melakukan investasi tapi produknya menganggur," imbuh Gunadi.

"Selama tidak ada peraturan yang menghambat, penjualan 10 juta unit bisa maju dari tahun 2016. Pasti bisa maju. Saat ini yang kami amati pasar turun karena kebijakan DP. Uang muka ini buat pembeli sepeda motor sangat sensitif karena dia rentan sehingga dia membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk membeli," tuntasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Peridustrian (Kemenperin), Budi Dharmadi mengatakan kalau industri roda dua di Indonesia bukanlah industri kecil, tapi sudah merupakan industri strategis.

Karena, ratusan perusahaan bermain di sektor ini dengan jutaan pekerja dan perputaran uang hingga ratusan triliun rupiah.

"263, itu jumlah perusahaan. Kalau termasuk tier 2 dan 3 bisa 800 perusahaan," katanya.

"Sales hampir 100 triliun perputaran turn over dari perakitan 80 triliun, after sales service sekitar 10 triliun, kemudian jasa-jasanya bisa 100 triliun," lugasnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads