Masyarakat Indonesia 'Alergi' Motor Listrik?

Masyarakat Indonesia 'Alergi' Motor Listrik?

- detikOto
Rabu, 01 Agu 2012 14:45 WIB
Masyarakat Indonesia Alergi Motor Listrik?
Skuter listrik Emoto
Jakarta - Rencana pengembangan motor listrik yang dicetuskan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan nampaknya tak mudah direalisasikan. Kenyataannya masyarakat Indonesia lebih suka dengan kendaraan bertenaga BBM daripada listrik. Apa yang menyebabkan masyarakat kurang berminat terhadap motor listrik ?

"Masyarakat mengeluh pada biaya baterai yang tinggi dan suku cadang (spare part) dan tekinisi yang jarang," kata Boim pemilik diler E-Moto Jaya kepada detikFinance di Bekasi Barat, Rabu (1/08/12).

Biaya untuk pergantian baterai berkisar harga Rp 580.000. Satu buah sepeda motor listrik menggunakan 4 buah baterai, sehingga uang yang dikeluarkan tidak sedikit. Pergantian baterai harus dilakukan berkisar 2 sampai 2,5 tahun sekali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Spare part dan teknisi juga yang kurang dan jarang di berbagai kota, oleh karena itu kita pakai sistem jemput bola," katanya.

E-Moto adalah Dealer tunggal motor listrik buatan China di Jabodetabek. Bahkan hingga saat ini satu-satunya di Indonesia.

(hen/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads