Hasil tersebut didapatkan dari 2 Vespa LX 125 hasil garapan seniman Indonesia diantaranya Vespa LX 125 bertema 'After Wage and Bayang' hasil seniman Uji Handoko dan Vespa LX 125 berjudul 'Splatter' hasil Darbotz yang masing-masing berhasil menembus angka Rp 25 juta.
Sedangkan box motor hasil Arkiv Vilmansa dengan judul 'Gradient Possessed' ditaksir Rp 3 juta. Untuk box merah dengan aksen sayap Superman hasil karya Budi Nugroho dengan tema 'Dialy Ride' dibeli dengan harga Rp 3 juta. Dan box motor hasil Resa Asung dengan box putih bertema 'Nor Bristle Fur White Coat' dihargai Rp 1,5 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sergio menegaskan dana dari hasil pelelangan akan didonasikan kepada Yayasan Seni Rupa Indonesia. Ia pun berharap ajang dan dana tersebut bisa meningkatkan kualitas para seniman Tanah Air.
"Semoga ini menjadi manfaat bagi sebagian orang dan seniman," ucapnya.
Vespa menjadi sebuah simbol kelas dunia atas kreativitas Italia dan contoh unik tentang sejarah desain industrial yang tak lekang oleh waktu.
Kehadiran Vespa di Bazaar Art Jakarta menurut Vespa adalah sebuah kesempatan untuk mengekspresikan kenangan tak terlupakan yang membangkitkan pengalaman unik, penuh gaya dan keindahan.
Gambaran hasil seniman muda Indonesia.
Vespa LX 125
Darbotz: Dengan judul Splatter, Darbotz menciptakan desain Vespa LX 125 yang terinspirasi dari lalu lintas Jakarta yang penuh dengan sepeda motor dan mobil beserta debu dan kotorannya. Namun dari sudut pandangnya, debu dan kotoran tersebut dapat menjadi sesuatu yang sangat bernilai estetis.
Uji Handoko: Dengan judul After Wage and bayang, Uji Handoko melihat Vespa LX 125 sebagai sebuah perwakilan identitas dan pencapaian penggunanya melalui nilai wibawa dari Vespa.
Aksesori Vespa (box)
Arkiv Vilmansa: Dengan judul Gradient Possessed, Arkiv mengaplikasikan eksplorasi signifikan yang mudah terlihat pada aksesori Vespa dengan konsep gradien warna. Setiap pergantian warna masih dalam corak yang sama, yang diibaratkan Arkiv sebagai harapannya untuk memeriksa dan menggali kompleksitas emosional personal yang mewakili penggunanya.
Budi Nugroho: Dengan judul Daily Ride, Budi menggunakan model sayap Superman di dalam aksesori Vespa untuk mewakili konsep desainnya yaitu 'ketika Superman membuat kesalahan'.
Reza Asung: Dengan judul Nor Bristle Fur White Coat, Reza sebenarnya tidak pernah mengaplikasikan filosofi atau metafora tertentu dalam karyanya. Dengan karakter kuat yang sudah terlihat pada aksesori Vespa, Reza mengaplikasikan teknik kolase untuk memperkuat fungsionalnya.
(ikh/syu)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi