Karena itu, siapapun yang mencoba mencuri motor asal Amerika tersebut disebut-sebut sebagai pencuri nekad.
Hal itu diungkapkan mantan Sekjen Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Pusat Joko Saturi ketika menyikapi peristiwa pencurian motor H-D di Semarang akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya Joko selain nekat, pencurinya pastilah orang berpengalaman dengan motor Harley. Pasalnya jika bukan orang biasa tidak mungkin mampu menopang bobot motor Harley-Davidson yang mencapai 300 kg.
"Sulit dicuri sama orang, kecuali orang yang pengalaman bawa Harley, bobotnya juga minimal 300 kg. Orang yang tiada biasa naik motor tidak bakalan berani," ucap Sekjen HDCI periode 2000-2011 itu.
Namun terlepas dari semua itu, Joko juga tidak menyalahkan pencurinya. Joko menilai si pemilik motor kurang waspada atas keamanan motor pribadinya. Menurut Joko selain ada kunci bawaan pabrik, pemilikinya juga harus menambah kunci pengaman tambahan.
"Ini juga termasuk kelalaian. Kunci motor Harley biasa saja. cuma kunci samping itu setang biasa yang buat setang tidak bisa dibelokin. Kalau pengamana lain-lain itu ya sendiri," sarannya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?