"Selain penjualan akan berefek ke produksi, nanti kalau penjualan dan produksinya sedikit kan tidak perlu banyak-banyak pegawai," kata Komisaris Utama Indomobil Soebronto Laras di Jakarta, Rabu (16/5/2012).
Rencana pemerintah menaikkan ambang batas down payment (DP) kredit kendaraan diprediksi akan membuat banyak perusahaan memutuskan hubungan kerja banyak karyawan. Hal itu adalah buntut dari penurunan penjualan yang diprediksi sangat mungkin terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah harusnya sadar kalau sekarang orang beli motor itu bukan lagi untuk gagah-gagahan, tapi kebutuhan," jelasnya.
Kebutuhan itu menurut Soebroto adalah sebuah keniscayaan karena angkutan massal yang nyaman dan murah saat ini belum mampu disediakan pemerintah.
"Pernah saya iseng-iseng tanya ke pegawai waktu lagi sama-sama naik lift. Pegawai wanita. Saya tanya, pulang kemana, lalu dia jawab ke Bogor. Saya kaget. Lalu saya tanya naik apa, dan dia jawab naik motor. Itu sudah biasa katanya. Naik motor menurut dia lebih murah, paling banyak dia habis bensin pulang-pergi hanya Rp 8 ribu kalau naik kereta dan sambung dengan bus bisa Rp 20 ribu. Jadi disini jelas motor adalah kebutuhan," papar Soebroto.
Seperti diketahui Bank Indonesia mulai 15 Juni 2012 akan menaikkan DP minumum menjadi 30 persen untuk kredit mobil dan 25 persen untuk motor. Sementara untuk leasing, DP kreditnya lebih rendah 5 persen.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?