"4 bulan karburator akan stop. Insya Allah. Kita pikir sampai 6 bulan lah," tegas GM Marketing Communication and Community Head PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Eko Prabowo di sela-sela test ride Mio J di Yogyakarta, Jumat (24/2/2012).
Prediksi Eko dinilai bakal terwujud. Pasalnya motor-motor berinjeksi kini mulai merebak. Penjualan motor Yamaha sistem injeksi pun kini mulai meningkat meski relatif kecil.
Namun ia berkeyakinan jika motor karburator bakal mati seiring dengan nilai efisiensi bahan bakar jika menggunakan sistem tersebut.
Ia menjelaskan penjualan antara Mio karburator dan injeksi sendiri masih didominasi oleh Mio karburator. Namun dalam beberapa bulan ke depan akan berlaku sebaliknya seiring dengan edukasi yang diberikan pihak produsen Yamaha soal motor injeksi.
"Dulu alasannya susah-lah apalah. Sekarang kondisinya beda. Penjualan antara Mio karburator dan injeksi masih 25 persen injeksi. Kita akan mengedukasi konsumen dengan berbagai aktivitas dan memperkuat workshop dan teknisi," papar Eko.
Saat ini Yamaha cukup sukses dengan motor injeksinya yakni Yamaha V-Xion. Lewat motor 150 cc tersebut, Yamaha terus menggulirkan pesan betapa iritnya konsumsi BBM dengan sistem injeksi. Dan kali ini Yamaha akan membuktikannya lagi dengan Mio J berfitur injeksi terbaru yang disebut Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI).
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina