President Director PT Mabua Harley-Davidson Djonnie Rahmat mengatakan bahwa pihaknya memilih diam ketika polemik muncul terkait Harley-Davidson. Karena polemik-polemik yang terjadi sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan Mabua.
"Pada tiap polemik kami memilih diam. Kami tidak mau ikut berpolemik karena sebenarnya kami tidak terkait langsung," jelasnya kepada detikOto, Jumat (17/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Djonnie menjelaskan kalau polemik yang terjadi menurutnya tidak mempengaruhi penjualan Harley-Davidson. Malah, tiap tahun penjualan Harley-Davidson terus mengalami perkembangan.
Tahun lalu penjualan Harley-Davidson mencapai angka 480 unit dan diharapkan akan naik menjadi 580 unit di tahun naga air ini.
"Orang beli Harley itu karena mereka memang memiliki minat yang tinggi pada motor ini dan ingin menikmatinya. Kalau ada, misalnya, ketakutan akan dianggap arogan kalau memiliki Harley, paling yang mereka lakukan adalah lebih selektif memilih kelompok," paparnya.
Seperti diketahui, polemik terkait Harley-Davidson memang terus saja terjadi di Indonesia. Selain dianggap sebagai kelompok yang arogan, selain itu polemik juga terjadi ketika Wakapolri Komjen Nanan Soekarna menjadi Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI).
Polemik lalu juga bergulir ketika timbul beberapa komentar yang mempertanyakan banyaknya polisi yang memiliki Harley-Davidson yang berharga mahal padahal gaji polisi tidaklah tinggi.
Dalam keputusan yang diteken Presiden pada 6 Februari 2012, para perwira polisi mendapat kenaikan gaji. Bhayangkara Polri dengan masa kerja 0 tahun gaji pokoknya adalah Rp 1.325.000 (sebelumnya Rp 1.230.000), sementara anggota Polri dengan pangkat jenderal dengan masa kerja 32 tahun memperoleh gaji pokok Rp 4.717.500 (sebelumnya Rp 4.072.000).
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu