Pesawat pembom (bomber) B-52 mengalami kecelakaan tak lama setelah lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards, timur laut Los Angeles, Amerika Serikat. Ini spesifikasi pesawat militer tersebut.
Diketahui pesawat B-52 Stratofortress tersebut mengalami kecelakaan pada Senin (15/6). Pesawat itu sedang dalam misi uji coba rutin. Pesawat lepas landas jam 11:20 pagi waktu setempat di pangkalan udara terpencil tersebut. Sebanyak delapan awak pesawat dilaporkan tewas dalam insiden ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat B-52 AS. Foto: Getty Images/Smith Collection/Gado |
Spesifikasi Pesawat Bomber B-52 AS
Sebagai informasi, pesawat bomber B-52 merupakan salah satu senjata strategis Amerika Serikat. Pesawat buatan Boeing tersebut memberi AS kemampuan serangan global nuklir dan konvensional secara langsung. Dengan tingkat kesiapan misi tinggi, kapasitas muatan besar, jangkauan dan daya tahan lama, serta kemampuan menggunakan senjata presisi jarak jauh, baik itu berjenis nuklir maupun konvensional.
Pesawat ini ditenagai delapan mesin Pratt & Whitney TF33-P-3/103 turbofan dengan kapasitas bahan bakar 141.610 kg. Pesawat ini mempunyai kecepatan mach 0,88 dengan daya jelajah hingga 8.800 mil (14 ribu km) dalam sekali pengisian tangki.
Dari aspek dimensi, Boeing B-52 memiliki lebar sayap 56,4 m, panjang 48,6 m, tinggi 12,4 m, dan berat mencapai 83.915 kg. Setiap mesinnya, punya bobot hingga 7.711 kg.
Dengan bodi bongsor dan mesin bertenaga, bomber B-52 bisa menggotong berbagai persenjataan. Pesawat ini mampu membawa payload hingga 31.751 kg dengan berbagai senjata campuran, termasuk bom, senjata pintar, ranjau, hingga rudal. Pesawat ini bahkan bisa membawa senjata nuklir yang mematikan.
Pesawat ini diproduksi dari tahun 1952 hingga 1962. Boeing telah memproduksi pesawat ini sebanyak 744 unit. Meski umurnya sudah tua, pesawat ini diklaim bisa beroperasi terus hingga setelah tahun 2040, dengan modernisasi dan penyesuaian.












































Komentar Terbanyak
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE