Hal tersebut disampaikan Kepala Sub Dinas Pendidikan Jakarta Timur, Abdul Rasyid, di Shell Road Safety Competition 2011, di Jakarta, Kamis (15/12/2011).
"Kalau saya justru mempertanyakan kenapa kendaraan pribadi dengan begitu mudah didapatkan. Dengan hanya uang Rp 500.000 sudah bisa memiliki kendaraan. Sehingga ini membuat para siswa pun dengan mudah mendapatkan kendaraan pribadi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tugas kami hanya menghimbau untuk setiap para siswa mengerti peraturan atau syarat-syarat yang ada untuk bisa mengendarai kendaraan pribadi. Salah satunya dengan memiliki SIM, dan kami juga sangat menyayangkan terhadap para siswa yang belum mengerti sebuah peraturan ini," ujar Abdul Rasyid.
Abdul Rasyid pun mencoba menjelaskan peran pengajar selama ini, untuk menanggapi permasalahan ini.
"Dan kegiatan memberitahukan peraturan tata tertib dalam berlalu lintas sejak dini ini sangat benar, kita sebagai pendidik sudah mengingatkan dengan memberikan himbauan untuk mengendarai kendaraan pribadi taat dengan peraturan yang ada dengan memiliki SIM, atau dengan menghimbau untuk datang lebih awal agar bisa menggunakan transportasi massa dan tidak terjebak macet," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas