"Kami belum akan menggunakan sistem injeksi," ujar Vice President Director, Dinesh Kulkarni, di Jakarta, Kamis (8/12/2011).
Dinesh pun mencoba menjelaskan apa yang menjadi alasan produk Bajaj tidak akan menggunakan sistem injeksi di varian mereka. "Tidak menggunakan injeksi pun mesin kami irit dan masih mampu mengeluarkan tenaga besar," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produk kami merupakan produk yang memiliki kualitas yang baik," cetus Tomotaka Ishikawa.
Harga Bajaj Tepat
Di sisi lain, di tengah persaingan motor sport di Indonesia, Bajaj terlihat sangat berani, terutama ketika memberikan banderol harga yang miring alias murah bagi para pecinta roda dua Indonesia. Namun meski begitu, Bajaj membantah bahwa produknya adalah produk murahan.
"Harga kami bukannya murah tapi ini merupakan harga yang tepat. Memang kami tidak bisa mengontrol harga, prinsipal selalu memberikan harga yang bagus di setiap negara di India atau di Asia," ujar Dinesh Kulkarni.
Dinesh pun menambahkan harga setiap produk Bajaj merupakan sebuah strategi yang objektif untuk bisa diterapkan. "Kami tidak akan memberikan harga murah lalu pergi begitu saja. Namun ini lebih mengarah ke strategi bukan hanya sekedar memberikan harga murah. Karena kami disini berbisnis untuk mendapatkan uang, jadi kami memiliki strategi yang objektif," ucap Dinesh.
"Banyak masyarakat membeli kendaraan itu hanya melihat brand dan rela membeli dengan harga yang terlalu mahal," tutup Dinesh.
(syu/syu)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Ada Demo BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Catat Rute Alternatifnya
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina