Curhat Jorge Martin Kena Janji Palsu Ducati

Curhat Jorge Martin Kena Janji Palsu Ducati

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 18 Jun 2026 17:22 WIB
MotoGP - French Grand Prix - Bugatti Circuit, Le Mans, France  - May 10, 2026 Aprilia Racings Jorge Martin celebrates on the podium after winning the MotoGP race REUTERS/Stephane Mahe     TPX IMAGES OF THE DAY
Jorge Martin Foto: REUTERS/Stephane Mahe
Jakarta -

Jorge Martin blak-blakan terkena "janji palsu" tim pabrikan Ducati. Ternyata sebelum Marc Marquez masuk, Martin sudah menandatangani kontrak resmi bersama tim pabrikan.

Dikutip dari Todo Circuito yang melansir wawancara podcast Gypsy Tales, juara dunia MotoGP 2024 itu mengungkap rahasia yang disimpan dari publik. The Martinator menyebut meski sudah tanda tangan kontrak, Ducati membatalkan promosinya ke tim utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu sangat berat. Saya sebenarnya sudah menandatangani kontrak untuk musim 2023 di atas motor pabrikan (Ducati Lenovo). Namun di satu titik, mereka berkata kepada saya, 'Oke, kamu tidak jadi ke sana. Kami tidak menginginkanmu. Kami ingin pembalap lain,'" ungkap Martin seperti dikutip dari Gypsy Tales, Kamis (18/6/2026).

"Saya sudah tanda tangan saat itu, dan saya rasa tidak ada satu pun orang yang tahu soal ini," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Tapi kontrak itu cuma kertas kosong karena terjadi pembatalan sepihak. Martinator kecewa berat. Namun dia mengalah dan menerima kesepakatan bertahan di Prima Pramac Racing dengan jaminan motor spek pabrikan.

Nyatanya cerita pahit kembali terulang pada musim berikutnya. Setelah sukses menyabet gelar runner-up dunia pada 2023 dan bertarung sengit hingga seri terakhir, Ducati kembali memberi harapan palsu untuk menariknya ke tim utama. Lagi-lagi, keputusan itu mental di tengah jalan.

Kondisi ini bikin rider asal Madrid tersebut merasa kecewa dengan cara kerja manajemen tim besar dalam memperlakukan pebalapnya.

"Kontrak tidak ada artinya bagi pabrikan besar. Mereka hanya mempermainkan para pebalap, tidak diragukan lagi. Padahal kami sudah memberikan 100 persen di lintasan," sindir pebalap bernomor start #89 tersebut.

Martin sadar diri. Ia menilai ada faktor non-teknis dan magnet komersial besar yang tidak bisa ia lawan dari seorang Marc Marquez. Kehadiran dan nama besar Marc MΓ‘rquez menjadi faktor penentu yang mengubah arah kebijakan di markas Borgo Panigale.

Martin bahkan menyamakan nasib tragisnya dengan pembalap Formula 1, Carlos Sainz, yang posisinya di Ferrari digusur oleh Lewis Hamilton.

"Ketika memikirkannya, saya juga teringat Carlos Sainz ketika dia kehilangan kursinya karena Hamilton. Bagaimanapun, dia adalah juara dunia tujuh kali. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Jadi situasi ini kurang lebih sama," tegas pebalap Spanyol itu.

"Marquez adalah satu-satunya pebalap yang bisa menghalangi saya bergabung dengan tim pabrikan. Nama Marquez memiliki bobot yang sangat besar, dan jika dia menginginkan motor itu, dia akan mendapatkannya," tutur Martin.

"Saat itu saya memimpin kejuaraan dengan selisih 40 poin. Hanya itu hal yang bisa saya kendalikan. Tapi ada faktor lain yang tidak bisa saya lawan," lanjutnya.

Martin menyadari akhir kebersamaannya dengan Ducati saat gelaran GP Italia 2024. Menariknya, kepastian pindah ke Aprilia justru menjadi bahan bakar motivasi baru. Momen di Sirkuit Mugello itu mengubah pendekatannya, membuat Martin tampil lebih lepas di sisa balapan musim tersebut.

"Keputusan atau momen di Mugello 2024 itu membantu saya untuk berkata: 'Oke, ini sudah selesai. Saya akan ke Aprilia. Terserahlah. Ayo, mari tampil habis-habisan musim ini.' Dan berkat hal itu, saya berhasil memenangkan kejuaraan," ucap Martin.



(riar/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads