Mahasiswa jurusan desain industri di RMIT, Australia bernama Dean Benstead dengan cerdik memanfaatkan udara terkompresi untuk dijadikan bahan bakar pengganti bahan bakar fosil yang saat ini banyak digunakan.
Purwa rupa alias prototipe motor udara buatan Benstead itu dinamakan '02 Pursuit' dan Benstead pun percaya bahwa sistem yang saat ini sedang ditelitinya akan banyak digunakan di kendaraan masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku ingin meneliti kemungkinan kelangsungan hidup udara terkompresi sebagai bahan bakar alternatif, dan pengalaman masa kecil saya naik dirt bike membawa saya untuk merancang motorcross berbasis di mesin Engineair," paparnya lagi.
Motor bertenaga udara ini didasarkan pada motorcross 250 cc yang menggunakan gear dari Yamaha WR240F dan mesin udara Engineair DiPietro sebagai sumber tenaganya.
Dalam bentuk yang sekarang ada, motor ini telah diuji dan berhasil mencapai kecepatan 100 km/jam. Benstead percaya dengan penelitian lebih lanjut kemampuan motor ini tentu akan bisa lebih ditingkatkan lagi.
"Prototipe berikutnya akan memiliki gaya yag beda, pemilihan material yang juga beda dengan sasis pipa baja yang saat ini digunakan, bisa jadi akan menggunakan bahan seperti aluminium atau titanium yang bisa mereduksi berat sampai sebanding dengan berat sebuah sepeda gunung," pungkasnya.
Menurut rencana, motor berbahan bakar udara bernama 02 Pursuit akan diperlihatkan pada ajang Sydney Motorcycle & Scooter show yang akan dilangsungkan di Australia pada tanggal 25 November mendatang.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan