Wadirpam Obvit Polda Metro Jaya AKBP Djoko Harriutomo menyambut baik langkah dan terobosan pabrikan motor yang tidak lagi mengadakan konvoi motor ketika musim mudik kali ini berlangsung.
Sebab konvoi motor menurut kepolisian dianggap berbahaya dan melahirkan resiko kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun lalu di dalam kota (Jakarta) ada 45 orang meninggal karena kecelakaan dalam konvoi motor. Kami sangat mengharapkan tahun ini terhindari dari kecelakaan dengan adanya cara mudik seperti ini seperti yang dilaksanakan Yamaha," tambahnya.
Sementara itu, General Manager Marketing PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, Sutaryo yang tiap tahun mengadakan acara mudik bareng pun mengakui hal tersebut. Bahkan dengan bergantinya konsep mudik bareng dari konvoi ke naik bus, jumlah pemintatnya malah bertambah.
"Ada kenaikan jumlah pemudik bersama Yamaha di tahun ini. Tahun lalu 900 orang dan tahun ini 1000 orang. Jadi pelepasan mudik tanpa konvoi motor berdampak bagus," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Bikin SIM Digital Nggak sampai 5 Menit, Tanpa Biaya